Rabu, 14 April 2010
In:
renungan
Allah SWT Sayang Aku
Beberapa bulan belakangan ini banyak kejadian yang menimpaku. Seperti misalnya HPku ilang, untung di rumah ada hp bekas adikku yang rusak dan aku perbaiki kembali sampai akhirnya bisa dipakai lagi. Lalu beberapa minggu kemudian tasku di silet orang di dalam kereta, tapi untung tidak ada barang yang hilang. Beberapa hari kemudian uangku hilang dari dalam tas berjumlah 300 ribu rupiah, tapi untung di dalam tas masih ada sisa uang. Belum lagi baru-baru ini Bapakku masuk rumah sakit karena penyakit infeksi liver dan paru-paru yang disebabkan karena rokok dan kopi. Tapi bagusnya setelah sembuh, Bapakku menghentikan kebiasaan rokoknya dan mengurangi minum kopi.
Dari cerita pengalamanku diatas, terlihat kan bahwa ternyata ALLAH itu sayang sama aku. Aku merasa ALLAH ketika itu sedang menegurku atau "menyentilku" karena kenakalanku. Aku sadar di saat kejadian-kejadian itu berlangsung, aku sedang jauh dariNYA. Aku sedikit lalai dalam ibadahku. Sholatku tidak tepat waktu dan terburu-buru, tilawahku mulai bolong-bolong (tidak tiap hari), hapalanku mandek malah bisa dibilang banyak yang lupa, shalat sunnah juga mulai dilupakan, dan hatiku tidak tenang hingga aku sering marah-marah dan ngembek. Mungkin karena memang aku mulai menjauh dariNYA.
Tapi kemudian ALLAH menegurku dan kembali mengingatkanku untuk kembali dekat dengan kejadian - kejadian tersebut. Setelah kejadian pertama yaitu HPku hilang, aku kembali mencoba mendekat. Kembali merutinkan tilawahku, menambah hafalan, sholat sunnah, dll. Dan Hatiku pun kembali tenang. Tapi kemudian lagi-lagi aku lalai dan mulai menjauh lagi, dan ALLAH menegurku lagi dengan kejadian kedua. Lalu aku kembali mendekat lagi. Tapi lalu aku menjauh lagi dan ditegur lagi oleh kejadian ketiga, dan seterusnya.
Kebayang kan gimana dosanya aku yang seolah-olah terlihat mempermainkan ALLAH padahal ALLAH sayang banget ma aku dan aku bisa merasakannya. Terkadang aku berpikir bahwa aku ini orang paling munafik di dunia ini karena aku sering berdoa memohon ampun pada ALLAH dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, namun kenyataannya berulang kali aku melupakan janjiku itu. Terkadang aku merasa, masih pantaskah aku berdoa memohon sesuatu padaNYA padahal aku berulang kali "menghianati" NYA.
Aku tahu bahwa ALLAH MAHA PENGAMPUN lagi MAHA PENYAYANG. Dengan ditulisnya catatan ini, aku berharap tidak ada lagi orang yang melakukan hal sama denganku. Sungguh, aku benar-benar merasa bahwa ALLAH sayang aku. Sekarang hanya tinggal giliranku yang harus meningkatkan kecintaanku pada ALLAH agar tidak mengulang lagi kejadian yang sama. Catatan ini juga adalah sebagai intropeksi diriku agar dapat terus memperbaiki diri.
Ya ALLAH... teguhkanlah hati ini agar aku terus bisa berada di dekatMU, agar aku tetap berjalan di jalan yang KAU ridhoi, agar aku tetap dapat melaksanakan segala perintahMU dan menjauhi semua laranganMU, agar aku tetap selalu bisa bersyukur atas segala nikmatMU, agar aku bisa selalu merasakan kasih sayangMU, agar hatiku tetap selalu mengingatMU, agar lisanku tetap selalu menyebut namaMU....Amin..............
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
alhamdulillah..
saya mendapat hikmah dari pernyataan saudara muslim diatas..
semoga mulai dari saat ini & kedepannya nanti saya dapat menjalankan segala perintah Allah..
saya mohon doanya..
wassalam
Posting Komentar