Anak adalah anugrah 4
hari ini aku melihat temenku sakit.
dia batuk-batuk hingga mengeluarkan darah.
dia emang punya penyakit parah.
bahkan dokternya bilang jika ia menikah nanti ia tidak boleh hamil karena itu akan berbahaya bagi dirinya dan bayinya.
aku tiba-tiba jadi teringat sama guru ngajiku.
dia menikah selama 10 tahun tapi tidak juga dikaruniai seorang anak.
pernah 2 kali ia keguguran.
bahkan ia pernah menyarankan suaminya untuk poligami tapi suaminya tidak mau.
tapi akhirnya sekarang dia mempunyai anak.
dan anak itu dijaga dengan sangat baik olehnya.
mungkin kedua orang itu adalah sebagian kecil dari banyak wanita di dunia ini yang mengalami hal serupa yaitu ingin sekali punya anak tapi sulit atau tidak bisa.
tapi klo inget masih banyak di luar sana yang dengan mudah melakukan aborsi,
menggugurkan anaknya karena dianggap sebuah aib,
aku jadi miris.
mereka dengan mudahnya membunuh sebuah nyawa yang sangat didamba-dambakan oleh orang lain.
bahkan tanpa merasa salah sedikitpun banyak juga yang melakukan aborsi berulangkali.
tidakkah mereka pernah merenung? tidakkah ada sedikit saja rasa penyesalan atas perbuatannya?
apakah mereka lupa bahwa mereka masih punya TUHAN yang tahu segalanya, yang menitipkan sebuah nyawa untuk dirawat dan dididik sehingga mereka dengan gampang menyia-nyiakan anugrah yang diberikan itu?
dia batuk-batuk hingga mengeluarkan darah.
dia emang punya penyakit parah.
bahkan dokternya bilang jika ia menikah nanti ia tidak boleh hamil karena itu akan berbahaya bagi dirinya dan bayinya.
aku tiba-tiba jadi teringat sama guru ngajiku.
dia menikah selama 10 tahun tapi tidak juga dikaruniai seorang anak.
pernah 2 kali ia keguguran.
bahkan ia pernah menyarankan suaminya untuk poligami tapi suaminya tidak mau.
tapi akhirnya sekarang dia mempunyai anak.
dan anak itu dijaga dengan sangat baik olehnya.
mungkin kedua orang itu adalah sebagian kecil dari banyak wanita di dunia ini yang mengalami hal serupa yaitu ingin sekali punya anak tapi sulit atau tidak bisa.
tapi klo inget masih banyak di luar sana yang dengan mudah melakukan aborsi,
menggugurkan anaknya karena dianggap sebuah aib,
aku jadi miris.
mereka dengan mudahnya membunuh sebuah nyawa yang sangat didamba-dambakan oleh orang lain.
bahkan tanpa merasa salah sedikitpun banyak juga yang melakukan aborsi berulangkali.
tidakkah mereka pernah merenung? tidakkah ada sedikit saja rasa penyesalan atas perbuatannya?
apakah mereka lupa bahwa mereka masih punya TUHAN yang tahu segalanya, yang menitipkan sebuah nyawa untuk dirawat dan dididik sehingga mereka dengan gampang menyia-nyiakan anugrah yang diberikan itu?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar